Gumi Sasak merupakan sebuah tempat bagi orang-orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya. Di tanah tersebut, orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan dari generasi ke generasi dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi mudanya. Kesuburan tanahnya mampu menopang kehidupan orang-orang Sasak karena sumber air yang mengalir dari gunung Rinjani secara terus-menerus,sehingga menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang Sasak.
Kehidupan masyarakat sasak sangat beragam. Baik itu dari agama, suku, adat, kebudayaan dan sebagainya.
Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan kebudayaan tersebut. Oleh karenanya masyarakat dari tiga kebudayaan di NTB (Sasak Samawa Mbojo) tersebut merumuskan semacam sebuah pernyataan sikap yang bertempat di aula Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Lombok.
Pernyataan sikap itu dirumuskan sebab keberangkatan dari kegundahan dan kegalauan tentang konsep kebudayaan yang selama ini semakin mengarah pada konsep yang salah dan tak tentu arah. Fenomena yang terjadi adalah banyaknya isu-isu miring tidak mengenakan yang tertulis maupun terlisankan mengenai kebudayaan Sasak, Samawa, dan Mbojo tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik kebudayaan itu sendiri. Salah satunya permasalahan yang tejadi yaitu aksi saling serang pendapat atau cek-cok antartokoh agama mengenai pemikiran tentang kebudayaan sasak. Maka pada tanggal 26 Desember 2015 lalu beberapa tokoh dari tiga kebudayaan tersebut berkumpul untuk mencetuskan sebuah pernyataan sikap.
Menurut penuturan Bapak Sadaruddin “pembacaan piagam gumi sasak itu untuk membangkitkan kembali,
menghidupkan kembali, dan menunjukkan kembali jati diri orang sasak, bahwa
sasak ini eksis, sasak ini ada dengan segala macam bentuk peradabannya,
budayanya, adat istiadat. Jadi itulah maksudnya dari piagam gumi sasak. Sehingga
untuk kedepan supaya sasak ini eksis kedepannya, berbuah, berkarya, kemudian
sasak ini bisa bicara di muka umum”.
Penggagas piagam gumi sasak yaitu Dr.
H. L., Agus Fathurraman, dengan maksud agar orang sasak tau jati dirinya.
Tokoh-tokoh masyarakat Sasak saat itu adalah satu-satunya ikon kebudayaan yang berani memproklamirkan pernyatakan sikapnya, sehingga saat itu hanya menghasilkan satu pernyataan sikap yang dikenal dengan sebutan Piagam Gumi Sasak. Berikut naskahnya:
PIAGAM
GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah
yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang.
Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan,
melalui symbol-symbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang
terhampar di Gumi Paer. Symbol-simbol yang diletakkan itu merupakan tanda-tanda
yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang
diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam
berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan , dan menistakan
keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan
penekanan, pendangkalan makna, pengetahuan jati diri, sampai pembohongan
sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingg
saat ini, melalui pencitraan budaya dan
sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan
imperialism modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa inferior
yang tak mampu tegak di antara
bangsa-bangsa lain dalam rangka
menegakkan amanat kefitrahannya sebagai
bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami
anak-anak bangsa sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut :
Pertama :
Berjuang bersama menggali dan
menegakkan jati diri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak
Kedua :
Berjuang bersama memelihara, menjaga
dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian
kebenarannya, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat
dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa
Sasak menjadi bangsa yang maju dan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan
tradisionalitas.
Keempat :
Berjuang bersama membangun citra
sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi
tantangan peradaban masa depan.
Kelima :
Berjuang bersama dalam satu tatanan
masyarakat adat yang egaliter, bersatu dan berwibawa dalam bingkai Negara
Kesatuan Repuplik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa
memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju
kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal
1437/H
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama kami,
- Drs. Lalu Azhar
- Drs. Haji Lalu Mujtahid
- Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
- TGH. Ahyar Abduh
- Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
- Dr. Muhammad Fajri, M.A
- Dr. Jamaludin, M. Ag
- Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
- Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
- Dr. H. Sudiman M. Pd
- Dr. H. L., Agus Fathurraman
- Mundzirin
- L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd.


Sangat menarik untuk dibahas, apalg tentang jati diri & berbau kebudayaan. Nice ๐
BalasHapusTerima kasih.
HapusMantap..
BalasHapusSengat menarik untuk dibaca ๐
BalasHapusPengakuan jati diri, tidak merindingkah anda. Luar biasa๐
BalasHapusSemoga bermanfaat
Hapuskeren, jadi pengen lihat kejadian aslinya. ada punya rekamannya gak min?
BalasHapusAda di youtube
HapusSasak tulen
BalasHapusSetil banget akhi menambah wawasan
BalasHapusMantap๐
BalasHapusjazakallah khir atas artikelnya, bagus
BalasHapusBagus sekali sangat bermaanfaat akhi
BalasHapusDevi baru tau loh ada piagam sasak๐ jd ini bermanfaat sekali๐๐
BalasHapusWow luar biasa meningkatkan jati diri khusus nya pemuda sasaq
BalasHapusBuda sasak memang harus dilestarikan. Saya sangat mengapresiasi piagam gumi sasak yang diterbitkan oleh masyarakat sasak secara independen, tapi hal itu tidak bisa dilakukan hanya skali, kami juga sbagai pemuda sasak yang akan mewarisi budaya ini sangat minim pengenalan budaya untuk kita banggakan. Hal-hal seperti piagam gumi sasak ini saya harapkan kedepan bisa sering diadakan pendekatan atau pertemua untuk membahas perkembangan budaya di era milenial ini.
BalasHapusIzin share yaa
BalasHapusWah luar biasa. pertahankan jati diri kita sebagai masyarakat Sasak, sehingga apapun guncangan budaya kita tetap pada jati diri kita. Luar biasa.
BalasHapusWahh menarik sekali..
BalasHapusIni sangat bermanfaat ๐☺
waaaahhh kerrreeennn....mantapsss
BalasHapusDr. H. L., Agus Fathurraman, dengan maksud agar orang sasak tau jati dirinya.
BalasHapusTetapi yang jelas, pada tanggal 26 Desember 2015 tokoh -tokoh masyarakat Sasak secara independen tanpa bantuan pemerintah mencetuskan pernyataan sikapnya, yang disebut sebagai Piagam Gumi Sasak. Salut sama Mamiq Agus,, melihat dari gagasannya penuh dengan pengalaman..
Luar biasa
HapusWaaah keren ya. Terimakasih, jdi dpt wawasan lagi.
BalasHapusSemoga bermanfaat
HapusSangat bermanfaat! Thanks informasinya ;)
BalasHapusTerima kasih. Silahkan di share jika bermanfaat ๐
HapusInformasinya sngat bermanfaat. Terimakasi postingannya...
BalasHapusBangga jadi orang sasak๐๐
BalasHapuswaaaaaahhhh,,,,
BalasHapusSuku sasak memang kerennn !!!!
Mangangkat marwah dan jati diri bangsa sasak. Semangat, artikelnya sangat mwmbantu terimakasih
BalasHapusSemoga dengan ada nya piagam sasak ini , bisa mempuan generasi penerus terus mau ikut andil dlm melestarikan budaya sasak itu sendiri .
BalasHapusthanks buat infonya kak
Semoga kita semua semakin cinta dengan budaya dan tradisi kita.
BalasHapusKeren, luar biasa sangat bermanfaat, kebangkitan dan jati diri orang sasak.
BalasHapusSebagai generasi muda harus bangga akan budaya kita sendiri, tetap lestarikan.. terimakasi sangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat dan menarik serta menambah wawasan tentang bagaimana memepertahankan jatidiri Suku Sasak.
BalasHapus